Dzikir Dengan Suara Keras Setelah Tarawih Atau Witir
Bismillahir rahmanir rahim
Pertanyaan:
“Masjid-masjid dan mushalla di lingkungan kita selalu ramai dengan dzikir, shalawatan, istighatsah dan sebagainya. Apakah ada contohnya di masa Nabi Saw. mengeraskan dzikir?”
Jawaban:
Ahli hadits syaikh Abdur Rauf al-Munawi menyebutkan beberapa hadits-hadits yang menunjukkan anjuran dzikir dengan suara keras, baik secara langsung maupun yang bersifat pasti ²¹):
– Hadits Riwayat al-Baihaqi
عن الأدرع قال: انطلقت مع النبي صلى الله عليه وسلم ليلة فمر برجل في المسجد يرفع صوته بالذكر قلت: يا ريول الله عسى أن يكون هذا مرائيا قال ولكنه أواه.
“Saya berjalan bersama Rasulullah Saw. dalam sebuah malam, lalu Nabi Saw. bertemu dengan seseorang yang mengeraskan suara berdzikir. Saya berkata: “Wahai Rasulullah Saw., mungkin orang ini pamer?”. Nabi Saw. menjawab: “Tidak, dia orang yang banyak mengingat Allah”
-Hadits Riwayat al-Hakim
عن جابر بن عبد الله رضي الله عنهما قال: رأى ناس نارا في المقبر فأتوها فإذا رسول الله صلى الله عليه وسلم في القبر وإذا هو يقول: ناولوني صاحبكم وإذا هو الرجل الأواه الذي يرفع صوته بالذكر.
Dari Jabir bin Abdullah, bahwa orang-orang melihat ada obor(penerang) di kuburan, mereka mendatanginya ternyata Rasulullah Saw. ada di kuburan dan berkata: “Bantulah aku mengubur sahabat kalian”. Ternyata jenazah itu adalah orang yang banyak dzikirnya kepada Allah, yang mengeraskan suaranya dengan dzikir.” (HR. Al-Hakim, dinilai Sahih oleh adz-Dzahabi)
Pertanyaan:
Kebiasaan setelah Tarawih dan Witir membaca dzikir dengan suara keras. Apakah karena diqiyaskan dengan dalil lain atau memang ada dalil tersendiri?
Jawaban:
Dzikir setelah Witir dengan suara keras juga ada tuntunannya:
عن ابن عبد الرحمن بن أبزى عن أبيه أن النبي صلى الله عليه وسلم كان يوتر ب ( سبح اسم ربك الأ على ) و ( قل يا أيها الكافرون ) و (قل هو الله أحد ) وكان إذا سلم قال《سبحان الملك القدوس》ثلاثا يرفع صوته بالآخرة
“Dari Abdurrahman bin Abza, dari bapaknya, bahwa Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam shalat Witir dengan membaca surat al-A’la, al-Kafirun dan al-Ikhlas. Setelah salam Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam membaca “Subhanal Malikil Quddus”. Sebanyak tiga kali dan mengeraskan bacaan yang terakhir.” (HR. Ahmad, sanadnya sahih)
Alhamdulillahi rabbil ‘aalamiin
____________________
²¹) Faidh al-Qadir Syarah Jami’ush Shoghiir, 1/585
Sumber : buku yang berjudul “Menjawab Amaliyah & Ibadah yang dituduh Bid’ah 2”
Penulis : KH. Ma’ruf Khozin
____________________
Ubaidillah Fadhil Rohman
Dalil melakukan sujud sahwi karena tidak Qunut baca di : https://www.mqnaswa.id/sujud-sahwi-karena-tidak-qunut/
Baca juga : https://www.nu.or.id/post/read/128772/kiai-ahsin-sakho-ingatkan-muslim-terus-tingkatkan-dzikir-kepada-allah-